Langsung ke konten utama

Postingan

jurnal harian 1

19 Maret 2021 Halo, ku putuskan untuk kembali ke sini untuk menceritakan semuanya, toh tak akan ada juga yang akan membaca. Setidaknya begitu pikirku. Pukul 20.45 malam, sudah hampir 4 jam aku duduk di depan oven besar pemberian ibuku. Wajahku sudah memerah menahan panas bakaran oven yang sejak tadi tiada henti. Kalau difikir-fikir, sudah lama aku berkutat seperti ini. Dua puluh empat tahun, cukup lama jika dihabiskan dengan rutinitas yang begitu-begitu saja. Hampir seluruh waktuku berkutat di itu-itu saja, jika bukan belajar, ya membantu kesibukan orangtuaku. Itu-itu saja sampai-sampai aku bosan. Memberontak? Seperti sudah bosan juga.  ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------ 10 Juni 2026 Siapa sangka draf ini akan ku buka lagi 5 Tahun kemudian. ku baca kembali, diresapi kembali, kembali ke waktu itu, kaya pas nulis tulisan di atas 5 tahun lalu itu keknya w mulai mengalami pergeseran fase dari re...

Hi There!

 Hi Blog!!! I bet no one is here lol. No one to read, no one to respond, also no one to made an assumption. So, it will be safe to yapping online in here right? i guess so :p keknya w mau nulis apa aja deh di sini. Hal-hal yang pengen banget w ceritain but too personal to said it online with a lot of people knows me around. Since I do believe no one is here so it's supposed to be fine right? keknya begitu sih wkwkwkwk. okay maybe gak akan rutin, but at least i'll yapping here to keluh kesah but not really expose something that i know it would be a drama. i hope dengan cerita di sini w bisa bebas dan lega. setidaknya w mikirkan akan begitu. walaupun gak tau nantinya gimana ya.  mungkin ini akan jadi wadahku buat at least journaling perasaanku so i can see this latter as a part of my growth. "oh udah sampe sini aja yah?" "oh dulu ini masalah yah?" and on and on. keknya udah dulu deh, w mau nulis 1-2 kisah aja dulu mulai sekarang. okay, bye!

Ruginya Merawat Orangtua

Beberapa orang mungkin kehilangan banyak kesempatan karena harus merawat dan menemani orangtua mereka. Dulu, saya mikirnya ini merugikan. Sampai akhirnya saya menyadari, bahwa rugi dan untung bukan hanya persoalan materi.⁣ ⁣ Ada nilai-nilai kebaikan lain yang bisa dikatakan sebagai untung yang besar ketika harus menemani orangtua. Secara cliche tentu saja, pahala; walaupun tidak semua orang berorientasi kepada nilai pahala itu sendiri. Tetapi kita juga bisa melihat dari sisi yang lain. Yaitu bisa mengenal lebih dekat dan sedikit demi sedikit bisa membalas kebaikan yang mereka berikan kepada kita sejak kecil. Walaupun sebenarnya kita tidak akan pernah cukup membalas kebaikan mereka.⁣ ⁣ Benar, adalah kewajiban orangtua untuk merawat dan menyayangi anak-anaknya tanpa imbalan apapun. Tetapi, saya pun yakin, sebagai seorang anak, menyayangi orangtua dan menolong mereka tidak pernah terhitung merugikan. Simpelnya, atas pengalaman pribadi dan oranglain. Banyak kebaikan dan kabar baik yang mun...

Barongko dan Kampung Halaman

Sumber: IG @Hanhanny Saya kira ketika bisa menikmati barongko (kudapan olahan pisang suku Bugis Makassar) di tempat yang jauh dari tanah aslinya, rasanya akan luar biasa. Ternyata rasanya ya biasa saja, seperti sedang makan begitu saja. Kemudian saya tersadar, yang kita atau mungkin saya konsumsi bukan hanya makanan atau minuman saja, tetapi budaya dan orang-orang yang ada di dalamnya juga. Lahir dan tumbuh besar di tanah Sulawesi, saya terbiasa yang kultur budaya orang setempat. Makanannya, minumannya, cara berinteraksinya, orang-orangnya, tempat-tempatnya, adalah hal-hal yang sudah menjadi rutinitas dan bagian dari hidup saya. Pada bulan suci Ramadhan, makanan seperti barongko, Tetu (kue perahu), jalangkote, pisang ijo, buroncong, dange, bolu paranggi dan beberapa makanan tradisional ala suku Kaili dan Bugis sudah menjadi bagian daripada nafas kami orang Sulawesi Tengah, tidak afdhol rasanya sebagai orang Palu kalau tidak buka puasa dengan jenis panganan di atas 😅 Menjalani kehidupa...

Mengajarkan Pendidikan Seksual yang baik dan Benar Kepada Anak Tanpa Tabu.

Beberapa waktu lalu tabunya pendidikan seksual dan organ reproduksi di Indonesia kembali terbukti dengan pernyataan keliru salah satu Pejabat pemerintah yang mengusulkan dilakukannya pemisahan kolam renang antara laki-dan perempuan dengan dalil bahwa dikhawatirkan terjadinya kasus kehamilan yang disebabkan oleh sperma yang dikeluarkan oleh pria yang dengan sengaja atau tidak sengaja di  kolam renang  dapat berenang menembus air kolam yang mengandung klorin itu menuju Rahim wanita yang menyebabkan kehamilan karena terlalu kuatnya kualitas sperma tersebut *tepok jidat* Duh! Ini darurat sekali, beliau-yang-berstatement-keliru-ini adalah pejabat tinggi yang harusnya ahli di bidangnya, kekeliruan beliau adalah salah satu bukti bahwa kita darurat pendidikan seksual dan reproduksi. Saya memahami statement beliau ini diberikan untuk menguatkan pentingnya terjadi pemisahan lokasi berenang antara perempuan dan laki-laki yang bertujuan untuk melindungi perempuan dari kasus peleceha...

Resep bahagia: Berbagi di Saat Lapang dan Sempit.

Saya pernah baca saran seseorang tentang bagaimana mendapatkan hati yang bahagia, jawabnya adalah berbagi di saat lapang dan sempit.  Berbagi itu walaupun kecil tapi besar rasa nyamannya di dada dan fikiran. Setidaknya, setelah berbagi kita merasa ada gunanya sebagai manusia. Berbagi boleh apa saja, sebanyak apa, kepada siapa, boleh, boleh semampumu.  Tak mulu berbentuk harta, ilmupun jadi, tenaga, waktu, hasil masakan seadamu, dukungan moral kepada temanmu yang bersedih, info yang kau dapat dari laman sosial mediamu, mengajak ngobrol tetanggamu yang merindukan sanak saudaranya, membayar lebih driver ojek yang kau gunakan jasanya, dan semua hal-hal baik yang bisa kau bagikan kepada siapa saja.  Saya ingat zamanku kuliah ada materi tentang distribusi dalam Islam. Dalam Islam salah satu bentuk distribusi atau penyaluran harta adalah ziswaf, zakat, sedekah, infaq dan wakaf. Karena prinsipnya apa yang kita miliki bukan sepenuhnya milik kita, ada hak oranglain dan hak Allah, p...

The Faedah of critical thinking.

Critical thinking atau dalam bahasa Indonesianya dikenal sebagai berfikir kritis adalah suatu kemampuan berfikir secara jernih dan rasional tentang menentukan dan meyakini keputusan yang dianggap benar dengan didukung fakta-fakta yang ada. Salah satu komponen dalam critical thinking adalah analytical thinking atau berfikir analitis atau kemampuan menganalisa data yang kompleks, dan merunutkan informasi secara berkesinambungan serta merumuskannya agar menjadi satu kesimpulan hasil akhir yang lebih sederhana. Saking pentingnya kemampuan critical thinking ini, critical thinking bahkan menjadi salah satu basic soft skill yang harus dimiliki siapa saja di abad ke-21 yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari kaya dunia pendidikan, dunia kerja, dll.  Orang dengan kemampuan critical thinking ini akan mengkaji ulang apakah keyakinan dan pengetahuan yang dimiliki atau dikemukakan orang lain logis atau tidak. Demikian juga seorang yang berpikir kritis tidak akan menelan begitu saja k...

Dua Garis Biru & Malangnya Remaja Indonesia

Dua garis Biru yang ditakuti orang dewasa Saya di akhir 2019  baru jua kesampaian untuk menonton film drama keluarga yang menjadi perdebatan banyak orang pada awal penayangannya. Yah, Dua Garis Biru, film ini pada awal penayangannya mendapat begitu banyak pertentangan oleh banyak pihak, terutama ormas, para orangtua, pemuka agama, dan sebagainya karena dianggap akan memberi dampak buruk berupa gagasan film ini akan mengajak para remaja untuk melakukan hubungan romansa di luar batas yang tentu saja sangat bertentangan dengan norma dan aturan agama di Indonesia. Well, walaupun sepanjang masa penayangannya di bioskop serentak dari awal sampai berakhir saya tidak menyempatkan diri untuk menonton film ini, tetapi diam-diam saya adalah pihak yang mendukung adanya film edukasi tabu semacam ini di Indonesia. Karena saya tau, maksud dan tujuan film ini jauh dari pandangan buruk yang terlebih dahulu disematkan oleh beberapa orang yang sebenarnya belum atau tidak pernah sekalipu...

9 Rekomendasi Toko Buku Online Anti Buku Kaleng-kaleng Club!

Halo! Akhir-akhir ini aku sering banget ngecek-ngecek toko buku online yang sering bikin galau karena ku suka mau beli semuanya! 😖 Padahal beli buku baru belum masuk list pengeluaranku saat ini, lah wong buku baru yang kemarin aja belum habis dibaca semu wkwkwk. Terus ku tiba-tiba kefikiran pengen buat list toko buku online yang isinya bukan buku kaleng-kaleng! Apa lagi saat ini dengan banyaknya buku-buku indie yang kualitasnya bagus-bagus, kita suka bingung mau beli dimana, mau beli di toko buku kaya gramedia, bukunya gak tersedia disana. Jadi ku buat aja deh, semoga membantu teman-teman yang membutuhkan~ Nih ku rekomendasikan toko buku online di e-commerce langgananku. Urutannya random aja yah, nda ku urut berdasarkan mana yang paling recommended, karena semua toko buku yang ku sebutkan di bawah merupakan toko buku yang dijamin bukunya bukan buku kaleng-kaleng. Kleyan kalau mau jadi orang yang "berisi" banyak-banyak berinvestasi ke diri sendiri dengan rajin membaca buku-bu...

Di antara Maret & April

Pukul 23.55 malam di bawah hembusan angin. Mataku sayu terbuka diayun-ayun ingatan tentang pria mata bulat  itu. Bisik suaranya tak mau berhenti, meski rupanya tak Nampak lagi. Kepalaku selalu dipenuhi tentang dia, meski kini kepala dia entah apa isinya. Gerakku menjadi lambat sejak hari gelap itu datang. Dia tiba-tiba lupa omongannya sendiri. Matanya hitam, hatinya beku. Pukul 00.05 dini hari Hembusan angin bercampur riuh suara gaduh dari gedung di depan sana. Ada yang terjaga menumpahkan muaknya dalam balutan tinta. Oh angin malam pukul 00.10 lelah aku memikirkannya Lelaki yang katanya bermodal jujur itu. Seenaknya saja dia tebar luka Meninggalkan aku seorang diri menghardik kebodohanku sendiri yang masih saja memberi makan ego dan ekspektasi tentangnya yang telah sangat jahat beringkar janji.

Mengapa Anak Tidak Disiplin?

Dewasa ini hal klasik berupa anak yang tidak mandiri ini sangat banyak dijumpai di sekeliling kita, teringat saya akan pendapat nasehat salah satu psikolog anak, beliau mengatakan "anak yang tidak mandiri adalah representatif dari orangtua yang tidak sabaran".  Pada dasarnya, anak sejak dini pun mampu berprilaku disiplin, tetapi memang perlu kesabaran dan ketekunan untuk melatih kedisiplinan seseorang. Anak yang tidak mandiri biasanya memiliki orangtua yang suka memerintah, suka mengeluh, tetapi suka menolong karena tidak sabaran. Maksudnya bagaimana? Misalkan begini, orangtua si A selalu mengeluh anaknya selalu tidak dapat membersihkan mainannya dengan benar walaupun telah diperintahkan untuk membersihkannya bahkan telah dibarengi dengan omelan kepada si A. Karena anaknya tidak juga bergeming atau kalaupun mau membersihkan, prosesnya lama. Akhirnya karena tidak sabaran, orangtua berinisiatif untuk mengambil alih tugas membersihkan mainan anaknya. Hal ini terjadi berulang-ula...

kapan bahagia?

Dulu, saya mengira bahagia itu ada di depan sana. Sampai akhirnya ketika saya sudah di depan sana, bahagia yang saya kira bakal ada, rupanya tak tampak kehadirannya. Lalu saya melihat ke belakang, tempat yang saya kira tak bahagia sebelumnya, ternyata terlihat sangat membahagiakan saat dilihat dari depan sini.  Kemudian saya menyadari, bahwa bahagia itu bisa muncul pada saat ini, sekarang, hanya saja saya terlalu sering mengabaikan. Ekspektasi, angan, bahkan kenangan kerap kali menutupi.  Bahagia yang harusnya bisa saya rasakan sekarang, jadi hilang maknanya. Sampai akhirnya saya menyesal dan terus mencari "nanti juga bisa rasakan bahagia" Bukan, bukan nanti, tapi hari ini, sekarang, saat ini.

Babang Driver salah Booking

Hari ini pas pulang dari kelas perdana, owe milih buat naik ojol setelah mikir-mikir kalau udah sore hari masuk jam pulang kerja di hari terakhir weekday kaya gini, kalau naik kendaraan umum kaya Transjakarta atau KRL pasti penumpangnya bakalan padat dan rame banget kaya ikan sarden.  Sambil jalan dari gedung kelas ke depan jalan, owe nyambi buat booking drive Grab, pas sampai depan jalan owe ngecek aplikasi Grab buat mantau si babang driver udah dimana. Di cek-cek berulang kali kok bookingan driver grabnya gak ada, panik dong ngira ke cancel atau gimana. Gak lama muncul notif dari babang drivernya yang tak lain tak bukan adalah driver Gojek 🙂 AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Ternyata tadi tuh owe ngebooking niatnya booking driver Grab, malah yang ke booking driver Gojek, positive thinking, mungkin tadi owe ngebookingnya sambil merem 🙂 Begitu babang drivernya datang, gak pake lama owe langsung naik dan capcus, nah kisahnya mulai dari sini nih. Selama di Jakarta, setia...

Tolong Tuan, untuk sekali ini saja

Banyak perempuan hanya bisa diam dalam perasaan risih, marah, sedih, bahkan dendam kepada mereka pria ataupun sesama wanita yang berujar maupun berprilaku seksis dan tindakan harassment secara verbal maupun berupa tulisan melalui jejaring sosial. Ketika terjadi hal-hal begini apa kebanyakan respon oranglain? "Memangnya pakaian kamu bagaimana? Memangnya tampilan kamu bagaimana? Apa yang kamu lakukan? Ya makanya jangan begini, jangan begitu, kamu sih begini kamu sih begitu ya wajar!" Alih-alih bertanya "siapa yang melecehkanmu? Bagaimana perasaanmu sekarang? Saya turut bersedih atas apa yang kamu alami. Kamu boleh merasa aman sekarang, kamu tidak sendiri, kamu akan mendapatkan perlindungan" Apakah prilaku pelecehan seksual kepada perempuan sekarang sudah menjadi hal wajar? Dalam kehidupan bersosial di masyarakat kita, sayangnya, kasus pelecehan seksual baik secara verbal maupun fisik, kebanyakan dan paling sering yang pertama kali disorot adalah perempuannya, apa...

Lop Yu All!

Source: Pinterest.com Sebagai orang yang sengaja tidak mau terlalu akrab, dekat, bergantung kepada siapapun karena melatih diri dan mental agar tidak terlalu memiliki kedekatan batin yang berdampak bisa baper jika suatu saat nanti terjadi hal-hal manusiawi seperti bertengkar, berselisih faham, juga berpisah. Saya merasa di cubit satu badan melihat reaksi teman-temanku yang pada baik dan perhatian banget ke saya yang kurang ajar sering nyuekin mereka, pasang muka judes, marah-marah, serta sering nolak kalau diajak kumpul-kumpul ini.  Saya suka sebel tapi sayang banget sama mereka karena mereka gak peduli walaupun mereka tau saya lebih suka menyendiri dan tidak suka diganggu tapi mereka masih suka menghubungi saya dengan cara yang ekstra wkwkwk. Nge-chat buat tanya kabarku walaupun chat mereka sering sengaja lambat saya balas, nelpon atau video call berjam-jam kalau mereka kangen walaupun saya gak pernah menghubungi mereka duluan meskipun saya kangen mereka (saya paling ga...

Sepi

Satu yang pergi Bukan dua, tiga, apalagi semua Tapi aku buta angka, mungkin juga buta mata. Atau Memang tak ada yang benar-benar pergi  Sebab tak ada yang benar-benar tinggal Semuanya hanya berlalu lalang  Berbagi pandang lalu menghilang tak ada siapa-siapa disini Hanya aku sendiri membersamai sepi

kematianku

hari ini aku telah mati dan kematianku adalah kemenangan juga pesta pora kalian para tuan pagi ini aku mati berkeping-keping dihempas hantaman bahasa ibu yang mematikan kehidupan pagi ini aku mati seketika aku kini berada di suatu wilayah asing tempatnya tak pernah pas untuk keberadaanku tubuhku terasa sempit tapi tak pernah terlihat oleh mereka keburukanku terasa dominan dilidahnya lupa kalau aku juga pernah berharga dimata mereka atau mungkin saja memang tidak ada jalanan riuh ibukota mewakili riuh jenuh isi kepalaku teriakan lantang terdengar dari dalam sini aku bersuara lewat kata-kata karena mulutku selalu dibungkam mereka tak pantas anak perempuan banyak menuntut tugasku hanya mengepul dapur saja katanya beberapa waktu berlalu kematianku tidak pernah sampai ditelinga mereka mata, hati, telinga, hidung mereka buta katanya aku masih hidup dan menjadi beban bagi para tuan tak sadarkah mereka? aku telah lama mati disini mati terbungkam suara sendiri malang...