Beberapa waktu lalu tabunya pendidikan seksual dan organ reproduksi di Indonesia kembali terbukti dengan pernyataan keliru salah satu Pejabat pemerintah yang mengusulkan dilakukannya pemisahan kolam renang antara laki-dan perempuan dengan dalil bahwa dikhawatirkan terjadinya kasus kehamilan yang disebabkan oleh sperma yang dikeluarkan oleh pria yang dengan sengaja atau tidak sengaja di kolam renang dapat berenang menembus air kolam yang mengandung klorin itu menuju Rahim wanita yang menyebabkan kehamilan karena terlalu kuatnya kualitas sperma tersebut *tepok jidat* Duh! Ini darurat sekali, beliau-yang-berstatement-keliru-ini adalah pejabat tinggi yang harusnya ahli di bidangnya, kekeliruan beliau adalah salah satu bukti bahwa kita darurat pendidikan seksual dan reproduksi. Saya memahami statement beliau ini diberikan untuk menguatkan pentingnya terjadi pemisahan lokasi berenang antara perempuan dan laki-laki yang bertujuan untuk melindungi perempuan dari kasus peleceha...
blog yang isinya curhatan dan info lainnya yang dikira terlalu panjang untuk dijadikan postingan status di Facebook.