Langsung ke konten utama

Postingan

Dua Garis Biru & Malangnya Remaja Indonesia

Dua garis Biru yang ditakuti orang dewasa Saya di akhir 2019  baru jua kesampaian untuk menonton film drama keluarga yang menjadi perdebatan banyak orang pada awal penayangannya. Yah, Dua Garis Biru, film ini pada awal penayangannya mendapat begitu banyak pertentangan oleh banyak pihak, terutama ormas, para orangtua, pemuka agama, dan sebagainya karena dianggap akan memberi dampak buruk berupa gagasan film ini akan mengajak para remaja untuk melakukan hubungan romansa di luar batas yang tentu saja sangat bertentangan dengan norma dan aturan agama di Indonesia. Well, walaupun sepanjang masa penayangannya di bioskop serentak dari awal sampai berakhir saya tidak menyempatkan diri untuk menonton film ini, tetapi diam-diam saya adalah pihak yang mendukung adanya film edukasi tabu semacam ini di Indonesia. Karena saya tau, maksud dan tujuan film ini jauh dari pandangan buruk yang terlebih dahulu disematkan oleh beberapa orang yang sebenarnya belum atau tidak pernah sekalipu...

9 Rekomendasi Toko Buku Online Anti Buku Kaleng-kaleng Club!

Halo! Akhir-akhir ini aku sering banget ngecek-ngecek toko buku online yang sering bikin galau karena ku suka mau beli semuanya! 😖 Padahal beli buku baru belum masuk list pengeluaranku saat ini, lah wong buku baru yang kemarin aja belum habis dibaca semu wkwkwk. Terus ku tiba-tiba kefikiran pengen buat list toko buku online yang isinya bukan buku kaleng-kaleng! Apa lagi saat ini dengan banyaknya buku-buku indie yang kualitasnya bagus-bagus, kita suka bingung mau beli dimana, mau beli di toko buku kaya gramedia, bukunya gak tersedia disana. Jadi ku buat aja deh, semoga membantu teman-teman yang membutuhkan~ Nih ku rekomendasikan toko buku online di e-commerce langgananku. Urutannya random aja yah, nda ku urut berdasarkan mana yang paling recommended, karena semua toko buku yang ku sebutkan di bawah merupakan toko buku yang dijamin bukunya bukan buku kaleng-kaleng. Kleyan kalau mau jadi orang yang "berisi" banyak-banyak berinvestasi ke diri sendiri dengan rajin membaca buku-bu...

Di antara Maret & April

Pukul 23.55 malam di bawah hembusan angin. Mataku sayu terbuka diayun-ayun ingatan tentang pria mata bulat  itu. Bisik suaranya tak mau berhenti, meski rupanya tak Nampak lagi. Kepalaku selalu dipenuhi tentang dia, meski kini kepala dia entah apa isinya. Gerakku menjadi lambat sejak hari gelap itu datang. Dia tiba-tiba lupa omongannya sendiri. Matanya hitam, hatinya beku. Pukul 00.05 dini hari Hembusan angin bercampur riuh suara gaduh dari gedung di depan sana. Ada yang terjaga menumpahkan muaknya dalam balutan tinta. Oh angin malam pukul 00.10 lelah aku memikirkannya Lelaki yang katanya bermodal jujur itu. Seenaknya saja dia tebar luka Meninggalkan aku seorang diri menghardik kebodohanku sendiri yang masih saja memberi makan ego dan ekspektasi tentangnya yang telah sangat jahat beringkar janji.

Mengapa Anak Tidak Disiplin?

Dewasa ini hal klasik berupa anak yang tidak mandiri ini sangat banyak dijumpai di sekeliling kita, teringat saya akan pendapat nasehat salah satu psikolog anak, beliau mengatakan "anak yang tidak mandiri adalah representatif dari orangtua yang tidak sabaran".  Pada dasarnya, anak sejak dini pun mampu berprilaku disiplin, tetapi memang perlu kesabaran dan ketekunan untuk melatih kedisiplinan seseorang. Anak yang tidak mandiri biasanya memiliki orangtua yang suka memerintah, suka mengeluh, tetapi suka menolong karena tidak sabaran. Maksudnya bagaimana? Misalkan begini, orangtua si A selalu mengeluh anaknya selalu tidak dapat membersihkan mainannya dengan benar walaupun telah diperintahkan untuk membersihkannya bahkan telah dibarengi dengan omelan kepada si A. Karena anaknya tidak juga bergeming atau kalaupun mau membersihkan, prosesnya lama. Akhirnya karena tidak sabaran, orangtua berinisiatif untuk mengambil alih tugas membersihkan mainan anaknya. Hal ini terjadi berulang-ula...

kapan bahagia?

Dulu, saya mengira bahagia itu ada di depan sana. Sampai akhirnya ketika saya sudah di depan sana, bahagia yang saya kira bakal ada, rupanya tak tampak kehadirannya. Lalu saya melihat ke belakang, tempat yang saya kira tak bahagia sebelumnya, ternyata terlihat sangat membahagiakan saat dilihat dari depan sini.  Kemudian saya menyadari, bahwa bahagia itu bisa muncul pada saat ini, sekarang, hanya saja saya terlalu sering mengabaikan. Ekspektasi, angan, bahkan kenangan kerap kali menutupi.  Bahagia yang harusnya bisa saya rasakan sekarang, jadi hilang maknanya. Sampai akhirnya saya menyesal dan terus mencari "nanti juga bisa rasakan bahagia" Bukan, bukan nanti, tapi hari ini, sekarang, saat ini.

Babang Driver salah Booking

Hari ini pas pulang dari kelas perdana, owe milih buat naik ojol setelah mikir-mikir kalau udah sore hari masuk jam pulang kerja di hari terakhir weekday kaya gini, kalau naik kendaraan umum kaya Transjakarta atau KRL pasti penumpangnya bakalan padat dan rame banget kaya ikan sarden.  Sambil jalan dari gedung kelas ke depan jalan, owe nyambi buat booking drive Grab, pas sampai depan jalan owe ngecek aplikasi Grab buat mantau si babang driver udah dimana. Di cek-cek berulang kali kok bookingan driver grabnya gak ada, panik dong ngira ke cancel atau gimana. Gak lama muncul notif dari babang drivernya yang tak lain tak bukan adalah driver Gojek 🙂 AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Ternyata tadi tuh owe ngebooking niatnya booking driver Grab, malah yang ke booking driver Gojek, positive thinking, mungkin tadi owe ngebookingnya sambil merem 🙂 Begitu babang drivernya datang, gak pake lama owe langsung naik dan capcus, nah kisahnya mulai dari sini nih. Selama di Jakarta, setia...

Tolong Tuan, untuk sekali ini saja

Banyak perempuan hanya bisa diam dalam perasaan risih, marah, sedih, bahkan dendam kepada mereka pria ataupun sesama wanita yang berujar maupun berprilaku seksis dan tindakan harassment secara verbal maupun berupa tulisan melalui jejaring sosial. Ketika terjadi hal-hal begini apa kebanyakan respon oranglain? "Memangnya pakaian kamu bagaimana? Memangnya tampilan kamu bagaimana? Apa yang kamu lakukan? Ya makanya jangan begini, jangan begitu, kamu sih begini kamu sih begitu ya wajar!" Alih-alih bertanya "siapa yang melecehkanmu? Bagaimana perasaanmu sekarang? Saya turut bersedih atas apa yang kamu alami. Kamu boleh merasa aman sekarang, kamu tidak sendiri, kamu akan mendapatkan perlindungan" Apakah prilaku pelecehan seksual kepada perempuan sekarang sudah menjadi hal wajar? Dalam kehidupan bersosial di masyarakat kita, sayangnya, kasus pelecehan seksual baik secara verbal maupun fisik, kebanyakan dan paling sering yang pertama kali disorot adalah perempuannya, apa...