Langsung ke konten utama

Postingan

Mengapa Anak Tidak Disiplin?

Dewasa ini hal klasik berupa anak yang tidak mandiri ini sangat banyak dijumpai di sekeliling kita, teringat saya akan pendapat nasehat salah satu psikolog anak, beliau mengatakan "anak yang tidak mandiri adalah representatif dari orangtua yang tidak sabaran".  Pada dasarnya, anak sejak dini pun mampu berprilaku disiplin, tetapi memang perlu kesabaran dan ketekunan untuk melatih kedisiplinan seseorang. Anak yang tidak mandiri biasanya memiliki orangtua yang suka memerintah, suka mengeluh, tetapi suka menolong karena tidak sabaran. Maksudnya bagaimana? Misalkan begini, orangtua si A selalu mengeluh anaknya selalu tidak dapat membersihkan mainannya dengan benar walaupun telah diperintahkan untuk membersihkannya bahkan telah dibarengi dengan omelan kepada si A. Karena anaknya tidak juga bergeming atau kalaupun mau membersihkan, prosesnya lama. Akhirnya karena tidak sabaran, orangtua berinisiatif untuk mengambil alih tugas membersihkan mainan anaknya. Hal ini terjadi berulang-ula...

kapan bahagia?

Dulu, saya mengira bahagia itu ada di depan sana. Sampai akhirnya ketika saya sudah di depan sana, bahagia yang saya kira bakal ada, rupanya tak tampak kehadirannya. Lalu saya melihat ke belakang, tempat yang saya kira tak bahagia sebelumnya, ternyata terlihat sangat membahagiakan saat dilihat dari depan sini.  Kemudian saya menyadari, bahwa bahagia itu bisa muncul pada saat ini, sekarang, hanya saja saya terlalu sering mengabaikan. Ekspektasi, angan, bahkan kenangan kerap kali menutupi.  Bahagia yang harusnya bisa saya rasakan sekarang, jadi hilang maknanya. Sampai akhirnya saya menyesal dan terus mencari "nanti juga bisa rasakan bahagia" Bukan, bukan nanti, tapi hari ini, sekarang, saat ini.

Babang Driver salah Booking

Hari ini pas pulang dari kelas perdana, owe milih buat naik ojol setelah mikir-mikir kalau udah sore hari masuk jam pulang kerja di hari terakhir weekday kaya gini, kalau naik kendaraan umum kaya Transjakarta atau KRL pasti penumpangnya bakalan padat dan rame banget kaya ikan sarden.  Sambil jalan dari gedung kelas ke depan jalan, owe nyambi buat booking drive Grab, pas sampai depan jalan owe ngecek aplikasi Grab buat mantau si babang driver udah dimana. Di cek-cek berulang kali kok bookingan driver grabnya gak ada, panik dong ngira ke cancel atau gimana. Gak lama muncul notif dari babang drivernya yang tak lain tak bukan adalah driver Gojek 🙂 AHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA. Ternyata tadi tuh owe ngebooking niatnya booking driver Grab, malah yang ke booking driver Gojek, positive thinking, mungkin tadi owe ngebookingnya sambil merem 🙂 Begitu babang drivernya datang, gak pake lama owe langsung naik dan capcus, nah kisahnya mulai dari sini nih. Selama di Jakarta, setia...

Tolong Tuan, untuk sekali ini saja

Banyak perempuan hanya bisa diam dalam perasaan risih, marah, sedih, bahkan dendam kepada mereka pria ataupun sesama wanita yang berujar maupun berprilaku seksis dan tindakan harassment secara verbal maupun berupa tulisan melalui jejaring sosial. Ketika terjadi hal-hal begini apa kebanyakan respon oranglain? "Memangnya pakaian kamu bagaimana? Memangnya tampilan kamu bagaimana? Apa yang kamu lakukan? Ya makanya jangan begini, jangan begitu, kamu sih begini kamu sih begitu ya wajar!" Alih-alih bertanya "siapa yang melecehkanmu? Bagaimana perasaanmu sekarang? Saya turut bersedih atas apa yang kamu alami. Kamu boleh merasa aman sekarang, kamu tidak sendiri, kamu akan mendapatkan perlindungan" Apakah prilaku pelecehan seksual kepada perempuan sekarang sudah menjadi hal wajar? Dalam kehidupan bersosial di masyarakat kita, sayangnya, kasus pelecehan seksual baik secara verbal maupun fisik, kebanyakan dan paling sering yang pertama kali disorot adalah perempuannya, apa...

Lop Yu All!

Source: Pinterest.com Sebagai orang yang sengaja tidak mau terlalu akrab, dekat, bergantung kepada siapapun karena melatih diri dan mental agar tidak terlalu memiliki kedekatan batin yang berdampak bisa baper jika suatu saat nanti terjadi hal-hal manusiawi seperti bertengkar, berselisih faham, juga berpisah. Saya merasa di cubit satu badan melihat reaksi teman-temanku yang pada baik dan perhatian banget ke saya yang kurang ajar sering nyuekin mereka, pasang muka judes, marah-marah, serta sering nolak kalau diajak kumpul-kumpul ini.  Saya suka sebel tapi sayang banget sama mereka karena mereka gak peduli walaupun mereka tau saya lebih suka menyendiri dan tidak suka diganggu tapi mereka masih suka menghubungi saya dengan cara yang ekstra wkwkwk. Nge-chat buat tanya kabarku walaupun chat mereka sering sengaja lambat saya balas, nelpon atau video call berjam-jam kalau mereka kangen walaupun saya gak pernah menghubungi mereka duluan meskipun saya kangen mereka (saya paling ga...

Sepi

Satu yang pergi Bukan dua, tiga, apalagi semua Tapi aku buta angka, mungkin juga buta mata. Atau Memang tak ada yang benar-benar pergi  Sebab tak ada yang benar-benar tinggal Semuanya hanya berlalu lalang  Berbagi pandang lalu menghilang tak ada siapa-siapa disini Hanya aku sendiri membersamai sepi